Thursday, September 8, 2016

LETTER OF ANXIETY

0

September 8,2016

"Nothing is perfect.
Life is messy.
Relationships are complex.
Outcomes are uncertain.
People are irrational. "

~ Hugh Mackay



Sudah lama kita bersama, 
seharusnya kita lebih mengerti satu sama lain.
Kita tahu, kita sama-sama ingin maju, terkadang kompetisi itu ada.
Tapi kita sadar, kita bersama untuk saling mendukung, saling berbagi...
Terkadang kita merasa iri, apabila salah satu dari kita sukses lebih dulu, itu wajar, itu manusiawi. 
Tapi kita sadar diri, sukses mu sukses ku juga, sukses ku sukses mu juga, sukses kita bersama.
Bahagia..iya bahagia untuk kita bersama, itu seharusnya..

Peluhmu yang menjadi kekhawatiranku, tapi apakah kamu mengkhawatirkanku dengan porsi yang sama?

Mungkin memang benar istilah bahwa "Wanita dari planet Venus" dan "Pria dari planet Mars". 
Jarak yang dipisahkan oleh ribuan bintang membuat pria kurang mengerti dan kurang peka dengan apa yang diinginkan wanitanya.
Hal yang mungkin  kecil bagimu, berarti besar untuk ku. 
Asal kamu tahu, apapun yang kamu lakukan untuk ku itu "spesial". Walau terkadang, aku yang harus "meminta"..oh tidak hhmm mungkin "mengingatkan", agar kata itu menjadi tepat bagimu, supaya kamu mengerti.
Sifatku memang cenderung tergesa-gesa dan ceroboh, sehingga mungkin aku tidak sadar hal itu mengganggumu.
Aku tidak ingin merusak harimu. Maafkan aku,  jika keluhku yang tidak jelas, kata-kata yang setengah-setengah,
itu karena terkadang aku tidak mengerti harus menjelaskan darimana. Terlalu takut kamu salah paham dan itulah memang yang sering terjadi pada kita.

Aku tahu kita sangat-sangat berbeda, tapi banyak alasan yang bisa menyatukan kita.
Aku harap kamu mengerti...




Friday, September 2, 2016

L E A R N "LANGUAGE"

0

Greeting...
Hoi   = Hello = Dutch
Bonjour = Hello = Paris


Do you like studying foreign language?? Yes, I do...
Today I found this superb app to learn foreign language easily. It called "Babbel", this app is the new way to learn foreign language. There are various language you can find in this app. Learning foreign language becomes fun and easier, because it gives you not only the words but also the voice from the narrator, so you can hear the accent from each different language, then practice it like a native speaker..haha
I'm interested to learn Dutch and French language, but the spelling for several letter are difficult. 
Below are the examples new words that I learned from Babble

Dutch
Hallo!
Goedenavond!
Goedemorgen!
Dag.
Hello!
Good evening!
Good morning!
Bye.
Hoe gaat het?
Goed.
Welkom!
Dank je!
How's it going?
Good.
Welcome!
Thank you!

French
Comment tu t'appelles ?
Je suis Marie.
Ça va ?
Bien, merci.
What's your name?
I am Marie.
How are you?
Fine, thanks.

"P R I S M A" New Toy for Photo Editing

0

Halloooo guys...
Hoe gaat het?? How's it going?

I hope you have a great , sunny, cheerful day.. like a sunshine today...
For all photo lovers, I want to share with you guys, about new application which is booming recently.
The app is Prisma. Prisma is a photo-editing application that makes use of a neural network and artificial intelligence to transform the image into an artistic effect. It give beautiful result and so artsy.
This app was created by Alexey Moiseenkov and it was launched on June 2016 as a free mobile app. Whooo..how kind he is, isn't ?

Prisma transforms your photo into work of art, there are a lot of style of famous artists, such as : Van Gogh, Picasso, Levitan, etc. But, not only style of famous artist that you can find in Prisma, you also can choose world famous pattern, ornament, and mosaic. So, here we go, some of my photos that became so colorful and artsy, because the Prisma touch...hahaha



So, have fun playing with P R I S M A guuys !!!

Wednesday, August 3, 2016

Journey to 3 islands (Kelor, Onrust, Cipir)

0

Hi my friends..It's been a long time, I don't write on blog...~ ~ ~
On this good day, I want to tell you about my other journey... So, be ready OK !!!!
Yeeaaaayyy..



Several days ago I joined trip to visit 3 little pretty islands in Kepulauan Seribu, Jakarta. The 3 little islands are Kelor, Onrust, and Cipir. On this vacation, my trip is about "travel history". Why "travel history"? Because,  despite of travelling, we will get more information about location that we've visited. Yeepp..all past story why these things are here..!!!


My Route
Go to Jakarta Kota station - - - Use public transportation --- for public transport you can order GO-Jek or Grab motor, for more saving just use mobile transport, the red one car with destination to Muara Kamal Port. From Muara Kamal port, you can cross the island using traditional boat.


Kelor Island
                         
     
The weather was so great, the sun shone brightly. Firstly arrived at this small island, I can see the white sand and blue clear water around the island.


The thing that attracted my attention was the old castle on the end of the island. The castle was so beautiful. I've watched this castle on TV and celebrity couple ever used this place for wedding ceremony...*what a romantic place!


The castle is named "Martello". Martello castle was built by VOC (Netherlands) long time ago. As we known, Indonesian has strong bound with the dutch. When colonialism, Netherlands built the fortress to face the Portuguese attack. Now, the fortress become a castle in my fairyland...*lol

See you on the next trip Kelor island (^0^)


Onrust Island
Not far from Kelor island, you can visit Onrust. Onrust island is bigger than Kelor. This island also has local people who live there. Onrsut is the center of history between Kelor and Cipir island, because long time ago, on this land many incidents happened.


Onsrust itself was named by Dutch which means "un rest". Why? because the island was very busy. In 1615 the VOC built a shipyard and a small storage house on the island.



In 1911-1933, Onrust island became a quarantine station for pilgrims returning from the Hajj. A barrack was built in 1911 that contained 35 units for about 100 pilgrims.
From 1933 until 1940, the Dutch used Onrust to hold the mutineers involved in the Incident of the Seven Ships (Zeven Provincien).
After the Japanese invaded Indonesia in 1942, the role of Onrust island declined again and it became a prison for serious criminals.
In 1972 Ali Sadikin, then governor of Jakarta, declared Onrust Island a protected historical site. In 2002 the administration made Onrust and its three neighbors - the islands of Cipir, Kelor and Bidadari - an archaeological park to protect the artifacts and ruins on the islands that date back to the time of the Dutch East India Company.


Cipir Island
When you arrived in Cipir island , you will see old buildings like this. These old building seems to be the hospital long time ago, the place lil bit spooky. Cipir island was area for hospital that took care and quarantine of infectious diseases for pilgrims in 1911-1933.
.




Other advantages from travelling is you can meet new friends. New friends means new family for me. Meet new people, can make your mind open and stay positive, because you never judge people at first time you met is bad, isn't it?

Quote : Get out from your comfort zone, the nature out there is waiting for you  !!!




Tuesday, August 2, 2016

Pahawang Si Miniature Raja Ampat

0

Ada yang tau Pahawang???
Nikmat Tuhan mu yang manakah yang kamu dustakan ?
(Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban...)


Pahawang itu dimana ya??
Pahawang :  pulau yang terletak di Kecamatan Punduh Padada, Kabupaten Pasawaran, Lampung Selatan. Pulau ini terbagi menjadi dua yakni Pulau Pahawang Besar dan Pulau Pahawang Kecil. Kalau dilihat dari google map lokasi pulau ini terletak di Teluk Lampung. Selain pulau pahawang kita masih bisa mengunjungi pulau - pulau lain disekitarnya. Menurut saya pulau ini seperti miniatur Raja Ampat, Papua (walau belum pernah ke Raja Ampat langsung sih..hihiii :p)...karena bentuk pulau - pulau nya seperti jamur mirip di Raja Ampat.

Keberangkatan : karena perjalanan ini hanya dilakukan di akhir pekan, jadi kami memutuskan untuk berangkat hari Jum'at malam, setelah pulang kerja..(maklum nyari segenggam berlian buat backpacker-an...hahaha..).

Malam itu, kami berkumpul di Kampung Rambutan, kami naik bis jurusan Pelabuhan Merak. kemudian dilanjutkan dengan naik Fery yang berangkat dini hari.

On the Way : Perjalanan menuju Pulau Pahawang cukup panjang, kami naik Ferry untuk menyeberangi Selat Sunda (Pelabuhan Merak ---> Bakauheni), Dari Pelabuhan Bakauheni, kami menyewa angkutan umum (angkot) setempat menuju Pelabuhan Ketapang di Teluk Lampung. Ini pertama kalinya saya menginjakan kaki di tanah Sumatera, saya kira dari Pelabuhan Bakauheni ke Bandar Lampung dekat, ternyata jaauh sekali..dibutuhkan kurang lebih 3 jam perjalanan untuk sampai di Pelabuhan Ketapang (Ps: tanpa macet lho...)...fiiiuh lelaah Hayati bang..bang..mana supir angkot nya udah kayak pembalap...kadang lawan arah..ngerem mendadak...belum nyemplung ke laut badan udah pegel-pegel..hahaha

Pelabuhan Ketapang : Finally, we arrived at Ketapang. Pelabuhan Ketapang ini bisa dibilang masih bagus dan airnya jernih, beruntung sekali cuaca pagi itu cukup cerah..hhmm...jadi terbayar rasa lelah. Kami bergegas menyiapakan alat-alat untuk snorkeling dan sudah tidak sabar untuk menuju spot - spot terumbu karang yang katanya masih alami... So excited !!
Kami naik perahu motor milik nelayan setempat menuju Pulau Pahawang dan pulau-pulau disekitarnya. Kebetulan rombongan trip saat itu banyak..jadi ada sekitar 6 perahu yang akan berangkat dan diisi sekitar 10 orang per perahu..hhmm..agak gimana gitu yaa..kalau snorkeling ber-rame-rame gitu..udah kayak kolam renang..haahaha..Well..just enjoy it :D

Snorkeling : Attenttion !!!! Please for everyone who snorkeling or swimming near corals, keep your fins away from the coral, don't break any corals, because it need very long time to grow in every inch. Also don't throw your trash to the sea. Be a nice and a wise traveler , OK !!!


Welcome to the islands....
Air lautnya masih sangat jernih... (^0^)


Pulau Pahawang Kecil : banyak spot menarik di pulau pahawang kecil ini, masih ada sedikit ekositem mangrove, sedikit lamun (seagrass), pasir putih, dan pemandangna pegunungan yang indah menjadi background yang tepat untuk mengabadikan momen disana. Selain itu,  ada resort dengan dermaga kecil (Ps: sayang sudah tidak diizinkan untuk masuk ke daerah resort, padahal ada kubangan seperti kolam di bawah dermaganya).
Gaya andalan dimana pun....haha


Pulau Pahawang Besar

Pulau Pasir Timbul : dinamakan pasir timbul karena, gundukan pasir berwarna putih halus akan muncul saat air surut dan saat pasang mulai datang, pulau kecil ini akan terendam air laut lagi. air di kepulauan Pahawang ini masih sangat jernih, di pasir timbul, perahu akan berhenti di dermaga kecil dengan resto makan terapung yang ditengahnya terdapat kolam. Kolam ini berisi ikan hiu kecil dan beberapa ikan karang, tapi sayangnya pengunjung yang tidak bertanggung jawab kurang menjaga kebersihan tempat ini, karena banyak sampah plastik yang dibuang ke kolam..kasihan ikannya :'( .

Hayoo cantik mana? cewek-ceweknya atau laut nya?
(secara mukanya gak pada keliatan...hahahaha)

I can do this all day long..haahaha







Friday, April 15, 2016

Eksotisme Baduy Part 2

0

    Baduy dalam terdiri dari tiga kampung, yaitu Kampung Cibeo, kampung Cikesik dan kampung Cikertawana yang masing-masing dipimpin oleh Pu'un.
Suku baduy hidup dalam kesahajaan dan kesederhanaan, pakaian yang mereka kenakan pun jauh dari unsur kemewahan, hanya terdiri dari dua jenis warna yaitu hitam dan putih. Suku baduy dalam identik memakai baju putih sedangkan suku baduy luar dominan dengan pakaian serba hitam. Tapi saat saya bertanya pada porter kami (Aa Jali namanya, Ps: sebenarnya ini porternya Timeh sih, tpi selalu nemenin kita..hahaha), kata beliau suku baduy luar dan dalam tidak selalu dibedakan karena pakaiannya. Menurut Aa Jali, suku baduy dalam juga punya baju berwarna hitam, sesekali dia gunakan untuk pakaian ganti. Nah, ada hal lain lagi yang membedakan suku baduy luar dengan suku baduy dalam..yaitu ikat kepalanya..suku baduy dalam memakai ikat kepala serba putih sedangkan suku baduy luar memakai ikat kepala berwarna biru.

Nah ini dia salah-satu anak baduy yang ikut menemani perjalanan kami..eksotis yaa...

     Perjalanan menuju suku baduy dalam membutuhkan waktu kurang lebih 3 - 4 jam dengan berjalan kaki (Ps: secara gak ada Elf lagi disini guys..lol). Sayangnya saat kami tiba di pintu masuk desa baduy dalam, kegiatan dokumentasi dilarang, kami tidak boleh mengaktifkan alat-alat elektronik apapun, jadi keindahan rumah adat dan lingkungan pemukiman baduy dalam tidak bisa direkam deh...(rekam dimemori aja kali ya ~ ~ ~)

  Suku baduy berkomunikasi dengan Bahasa Sunda dialek Banten. Untuk berkomunikasi dengan penduduk luar mereka lancar menggunakan Bahasa Indonesia, walaupun mereka tidak mendapatkan pengetahuan tersebut dari sekolah. Orang baduy atau Kanekes 'dalam' tidak mengenal budaya tulis, sehingga adat istiadat, kepercayaan/agama, dan cerita nenek moyang hanya tersimpan di dalam tuturan lisan saja (Alam Budaya 2010). Tapi, saat kami menginap di salah satu rumah di suku baduy dalam, ibu dan nenek pemilik rumah tersebut tidak bisa berbahasa Indonesia, mungkin karena mereka jarang keluar dari hutan dan berinteraksi dengan orang luar.

   Saya akan menceritakan sedikit aktivitas di dalam kampung baduy. Saya dan teman-teman tiba saat menjelang magrib, walaupun sudah ada rombongan yang sampai lebih awal, bahkan masih ada beberapa yang tertinggal jauh dibelakang kami. Rumah - rumah baduy dalam tampak sama satu sama lain, desainnya sama tersusun dari bambu. Disekitar kampung mengalir sungai-sungai kecil yang digunakan untuk memasak dan mandi karena memang sungainya masih jernih dan bebas sampah, sangat berbeda dengan sungai-sungai yang ada di Jakarta (Ps: buat kalian yang akan kesini, jangan buang sampah sembarangan ya!). Perkampungan terasa tenang, hanya terdengar suara hewan-hewan dan orang bercakap-cakap, segala jenis alat elektronik dilarang disini jadi wajar kalau tidak ada suara bising dari hp, tv atau radio. Well..it was so peace. Badan sudah sangat lengket karena keringat, kami memutuskan untuk mandi, alat-alat mandi berbahan kimia, seperti sabun, sampo, pasta gigi dilarang untuk digunakan disini (Ps: so please, if you visit this please obey the rule guys!). Ada pemandian kecil di luar desa, untuk kesana kita harus menyeberangi sungai kecil, tidak terlalu jauh sih, tapi harus ekstra hati-hati karena jalanan yang licin dan pencahayaan sangat minim disana, tidak ada listrik mas bro..! Seharusnya malam itu kami bisa bertemu dengan Jaro (istilah pemimpin Adat Baduy) untuk mengenal lebih jauh tentang suku Kanekes ini, tapi sayang karena suatu hal kami tidak bisa menemui Jaro. Tenang, kan masih ada tuan rumah yang asli warga setempat, jadi bisa ditanya-tanya. Malam itu, terasa sangat cepat, mungkin karena sangat antusias dan badan juga sudah terasa lelah ya..sedangkan, besok pagi-pagi sekali kami sudah harus melanjutkan perjalana pulang. Ya ampun..ngebayangin jalan awal tadi aja rasanya enggan buat pulang..naik-turun sekitar 5 bukit mah kayaknya ada....huaaaa...emaaakk..help me!

   Pagi telah tiba, disambut embun pagi dan hawa dingin..perjalanan pulang kami akan melalui rute yang berbeda. Yap..dan blum apa-apa sudah disambut tanjakan yang hampir 90 derajat...OMG..
Tapi tetap semangaat..karena alam pasti akan menyuguhkan keindahan yang berbeda di jalur ini..eeeaaaa....positive thinking!

Tapi memang treknya aajiib..lihat lah kaki ini yang bergulat dengan lumpur..tak jarang saya dan teman-teman  jatuh terpeleset...hhmm...gak karu-karuan deh..ahahha..
Sandal putus dan kaki penuh lumpur (^0^) 

Istirahat dulu yaa...

  Ini dia yang ditunggu-tunggu, jembatan akar yang unik dan etnik banget menurut saya..kenapa dinamakan jembatan akar?..karena jembatan ini dibuat  dari akar-akar pohon besar di tepi sungai dan seberang sungai..agak ngeri juga sih saat naik ke jembatan ini..karena sungai nya cukup lebar dan ketinggiannya lumayan. Tapi, worth it to try!

Nah, selain jembatan akar kita juga akan disuguhi beberapa aliran sungai yang masih alami...

Dsini jembatan memiliki fungsi sangat penting sebagai penghubung antar desa..

Oke..itulah sedikit cerita tentang pengalaman saya berkunjung ke Suku Baduy..Hope you enjoy it!


Jangan lupa untuk mencoba wisata budaya dan alam ya guys..!!! Sekedar untuk menghilangkan penat buat yang udah kelamaan tinggal di kota dan untuk belajar tentang keharmonisan alam dengan manusia... 


Tuesday, April 12, 2016

Eksotisme Baduy Part 1

2

Baduy..budaya etnik yang eksotis..konektivitas dan keseimbangan alam dengan manusia...
Selamat datang di Ciboleger
 (Pintu masuk menuju perkampungan Suku Baduy)

Mungkin banyak yang sudah tahu atau mendengar kata 'Baduy'..But have you visit them, guys??
Baduy adalah suku di daerah Banten, yang masih memegang teguh adat sunda wiwitan dan tinggal di dalam hutan. Suku baduy, hidup berdampingan dengan alam, mereka sangat menjaga alam mereka, karena mereka sadar dari alam lah mereka bisa mendapatkan hasil pertanian yang melimpah dan sumber kehidupan lain, seperti air. Baduy di bagi menjadi 2, baduy dalam dan baduy luar. Baduy luar sudah bisa beradaptasi dan terbuka dengan perkembangan jaman, sedangkan baduy dalam masih tertutup dan sangat memegang adat istiadat. Itulah, sisi menariknya, kearifan lokal menyimapn eksotisme sendiri untuk dipelajari dan dilihat.

Perjalanan menuju baduy bermula saat saya diajak oleh teman (tahun 2014). Kami mengira ini serupa dengan  tur biasa seperti ke kampung budaya...hhhmmm tidak disangka perjalanannya menjadi begitu menantang..ahahahaha
It was another challenge !!!

Keberangkatan

Naik Elf yang supirnya kayak pembalap...
(Ps : sport jantung mak!)


Bertemu akang-akang Baduy

Akang-akang baduy sudah berkumpul menyabut rombongan kami..
(Ps : mana karpet merah..mana..?)


Perjalanan dimulai ~ ~ ~
Kami mengunjungi desa suku baduy saat musim hujan..jadi medan yang dilalui agak licin dan berlumpur..biasanya anak-anak kecil dari saku baduy sudah siap sedia menjual tongkat kayu untuk membantu perjalanan pengunjung. Selain itu, beberapa akang-akang baduy juga siap menjadi porter kalau kamu udah gak sanggup bawa gembolan a.k.a tas, ransel, keril..hhmmm bahkan bawa diri kali ya...eaaaa...Kalau kamu menggunakan porter dari suku baduy dijamin deh, gak cuman barang=barang kamu aja guys yang dijagai dan dibawain, tapi kamu juga bakal aman banget, karena mereka akan membantu kamu untuk  melewati jalan-jalan ekstrim.

Just info : kalau teman-teman ingin berkunjung ke suku baduy, sangat disarankan untuk meminta bantuan warga baduy luar atau dalam sebagai guide, karena trek ke baduy dalam sangat rumit dan panjang..antisipasi biar gak kesasar ya...kalau kalian gak pakai guide lokal belum tentu bisa ketemu desa baduy dalamnya.


Baduy Luar

Nah..kita sudah mulai memasuki perkampungan baduy luar..


Wanita suku baduy luar sedang menenum..biasanya kain hasil tenun dijual kepada pengunjung...
(Ps: Dibeli mas...dibeli mbak....)

Seperti lagunya  ninja Hatori.."mendaki gunung..lewati lembah..sungai mengalir indah ke Samudera...."
 Hhhmm..ni masih kawasan baduy luar lho guyss...lihat kan medannya udah naik-turun begini..

Siap - siap nanjak yaa....
(Ps : sebenarnya saya dan teman-teman tidak ada persiapan sama sekali, enggak olahraga, cuman modal seadanya, kami kira suku baduy masih di pinggiran kota jadi gak bakal capek-capek amat...ternyata ooh ternyata....

Lihat tuh Hani aja sepatunya sampe jebol..akhirnya nyekermen...udah kayak suku baduy blum?
(Ps : kebanyakan suku baduy dalam tidak menggunakan alas kaki dan kalau diperhatikan kaki akang-akang baduy lebar-lebar lho..*salah fokus)

Kiri ke kanan : Fida, Elzha, Akang baduy, Jihan, Hani
hhmm kayaknya ada yang ketinggalan nih..?

Nah selain medan tanah liat dan batuan naik-turun..kami juga harus melintasi banyak aliran sungai. Tapi sungai-sungai di sini masih bersih dan alami lho..yang unik adalah jembatan baduy ini..
Hampir semua jembatan baduy terbuat dari bambu dan uniknya bambu-bambu ini disusun dan disatukan tanpa paku..mereka hanya mengandalkan teknik tali temali. Tapi jangan khawatir, ikatan tali jembatan ini sangat kuat.

Sayang gambarnya kurang jelas. Kalau kalian lihat secara langsung pasti kalian akan kagum..karena jembatan kayu tadi digantung antara dua pohon yang berseberangan. Kalau dilihat di atas, banyak tali-tali dan kerangka kayu untuk menopang jembatan.

Ini dia yang ketinggalan...Riska a.k.a timeh dengan porter setianya..haaha


Hampir semua tanjakannya kayak gini..tapi ada yang lebih paraahh... :(
Fighting !!!

Tapi semua rasa lelah itu terbayar dengan pemandangan ini...iyaa yang kayak gini..dan pemandangan-pemandangan indah itu gak berhenti cuman disni..jadi lanjut jalan lagi ya mas bro...
Lihat tuh ibu-ibu baduy aja kuat..masak yang masih muda kalah..
Suku baduy memang sangat mengandalkan alamnya untuk hidup. Oleh karena itu, banyak warga baduy yang bercocok tanam. Tapi, karena area baduy yang terletak diperbukitan, membuat metode tanam mereka unik..para petani baduy menanam padi dan umbi-umbian di lereng-lereng bukit yang terkadang sangat miring dan curam..gak kebanyakan kan bagaimana susahnya...*udah gak usah dibayangin..ckck

Ini dia salah satu hasil pertanian masyarakat baduy..biasanya hasil panen akan disimpan di lumbung padi, sebagai cadangan pangan saat musim kemarau dan upacara adat.

Abaikan wajah-wajah lelah kami...
(Ps: Hayati istirahat dulu ya bang....wkwkkw)


Perjalanan menuju suku baduy dalam masih berlanjut..next on Eksotisme Baduy Part 2.

luvne.com resepkuekeringku.com desainrumahnya.com yayasanbabysitterku.com